Apakah Saya Perlu Gelar untuk Menjadi Software Engineer atau Bekerja di Bidang IT?
Published:January 20, 2026
Last Updated:January 21, 2026
3 min read
Jawabannya adalah: tergantung. Tergantung apakah kamu punya kesempatannya atau tidak. Kalau ada, ambil. Kalau tidak, kamu tetap bisa bekerja di bidang IT dan menjadi seorang software engineer.
Apakah benar-benar perlu sebuah titel atau gelar untuk bekerja di bidang IT atau menjadi software engineer?
Tulisan ini saya buat untuk kamu yang sedang berada di persimpangan:
harus kuliah dulu atau langsung kerja?
Sebelum mengambil keputusan apa pun, coba lihat kondisi kamu saat ini dengan jujur.
Apakah kamu punya kesempatan untuk kuliah?
Contohnya:
Apakah orang tua kamu mampu membayar biaya kuliah?
Apakah kamu mampu membiayai kuliah sendiri?
Apakah kamu punya akses ke beasiswa, bantuan finansial, atau keringanan biaya?
Kalau jawabannya iya, maka saran saya sederhana: kuliah.
Mau kuliah full-time atau sambil kerja, itu pilihan kamu. Kalau kamu ingin kerja sambil kuliah, cari kampus yang menyediakan kelas malam untuk karyawan. Banyak pilihannya. Tinggal cari kampus yang menawarkan jurusan Informatika atau Ilmu Komputer dengan jadwal malam.
Terus, siangnya ngapain?
Grinding.
Bangun soft skill. Belajar mandiri. Gunakan AI sebagai pemandu belajar. Jangan nunggu dosen nyuapin semuanya.
Jika Kamu Memilih Kuliah
Salah satu keuntungan besar dari kuliah adalah roadmap.
Roadmap ini membantu kamu belajar lebih cepat. Kamu tidak akan terlalu banyak buang waktu untuk trial and error. Strukturnya sudah ada—kamu tinggal pakai.
Kamu bisa:
Menggunakan roadmap kampus sebagai panduan belajar mandiri dari internet
Atau mengikuti materi kampus sambil mendalami sendiri
Apakah Saya Perlu Gelar untuk Menjadi Software Engineer atau Bekerja di Bidang IT? | AVV
Saran jujur? Ikuti pelajaran kampus untuk nilai. Ilmu yang benar-benar kepakai datang dari proses grinding kamu sendiri.
Jika Kamu Tidak Kuliah dan Memilih Langsung Kerja
Maka kamu harus mencari mentor.
Mentor itu sangat penting.
Sama seperti kuliah yang menyediakan roadmap, mentor adalah roadmap kamu. Mereka sudah lebih dulu terjun ke dunia nyata. Mereka tahu kesalahan, jalan pintas, dan realitas di lapangan.
Mentor bisa:
Gratis
Berbayar
Tapi ini kenyataan yang sering diabaikan: Mentor ingin orang yang bisa dilatih dan punya value.
Jadi pastikan kamu juga punya sesuatu untuk ditawarkan:
Uang
Waktu
Skill
Komitmen
Atau kontribusi nyata dalam pekerjaan mereka
Hubungannya harus saling menguntungkan.
Jawaban Sebenarnya
Jadi, perlu gelar atau tidak?
Jawabannya: tergantung.
Tapi mari jujur tanpa basa-basi:
Sebagian besar perusahaan di Indonesia masih melihat gelar. Itu realita.
Perusahaan luar negeri cenderung lebih fokus ke skill, tapi pasar lokal belum sepenuhnya seperti itu.
Kamu boleh tidak suka faktanya—tapi kamu tidak bisa mengabaikannya.
Kalau kamu punya kesempatan kuliah, ambil.
Kalau tidak, cari mentor.
Apa pun jalur yang kamu pilih, terus investasi ke yang di atas leher kamu:
Ikut komunitas
Ikut kompetisi
Terus belajar
Tetap aktif
Disiplin
Dan yang paling penting—nikmati perjalanannya.
Nikmati stres benerin bug jam 2 pagi.
Nikmati perang tanpa akhir antara dark mode vs light mode.
Nikmati testing yang capek, build yang rusak, dan musuh terbesar kamu: error.
Karena suatu hari nanti kamu akan sadar—semua frustrasi itu adalah momen yang benar-benar membentuk kamu jadi lebih jago.
Untuk kamu yang sedang belajar atau sudah bekerja: kalian sama-sama hebat. Terus jalan.